22
Apr
08

Frans; Teolog atau Filsuf

Tugas Pengantar Kuliah

Mata Kuliah Filsafat Ketuhanan

Oleh Didik Suyuthi

  1. Fakta kejahatan yang dilakukan oleh manusia merupakan masalah bagi iman. Alasannya, Alah dengan segala kemahasucian-Nya pasti membenci yang namanya kejahatan. Yang menjadi masalah, jika tindakan jahat manusia memang bisa dibuktikan adanya di muka bumi ini, lalu mengapa Allah seolah tidak berkuasa mencegahnya?

Disinilah sebenarnya letak perbedaan pandangan tentang pengertian dan maksud ‘jahat’ antara Allah dan manusia. Manusia jelas memahami kejahatan sebagai buah dari yang bukan baik. Sementara Allah mungkin masih memiliki motivasi lain dibalik mengapa dia cenderung ‘mengizinkan’ berlangsungnya kejahatan.

Dalam term ini kebebasan manusia untuk berbuat baik atau jahat sejajar dan berhadapan langsung dengan kemahakuasaan Allah. Bisa dikatakan, Allah membiarkan manusia berbuat jahat meski dia sendiri menolaknya. Allah telah mengambil resiko besar dengan memberikan kebebasan kepada manusia. Resikonya, manusia bisa menolak keimanannya atas Allah, tetapi dengan akal budinya manusia bisa juga mengakui dan mengikuti kemahabesaran-Nya.

  1. Sama halnya dengan fakta tentang berlangsungnya kejahatan di muka bumi, demikian juga dengan fakta penderitaan. Kita semua tahu agama apapun muncul dengan sebuah pesan agung dari tuhan untuk membahagiakan dan mensejahterakan umatnya. Namun faktanya tidak sedikit manusia yang dalam hidupnya sehari-hari religius tetapi ia dan keluarganya tetap saja menderita. Benarkah Allah maha belas kasih?

Untuk menjawab pertanyan ini, teologi barangkali bisa lebih akurat dalam menjelaskan. Ada sekian jawaban diberikan teologi terkait penderitaan. Penderitaan bisa dimaknai sebagai hukuman, cobaan, atau bahkan cara Allah untuk memurnikan hati manusia. Lalu apa jawaban filsafat? Menurut Leibniz, penderitaan dan keburukan mutlak terjadi sebagai penanda sekaligus pembeda bahwa manusia dan segala makhluk ciptaan Allah tidak memiliki kesempurnaan yang hakiki. Jadi kemungkinan untuk menderita atau ditimpa keburukan harus bisa diterima sebagai kodrat manusia. Dengan demikian, mengenai masalah penderitaan, penjelasan filsafat memang kurang begitu memuaskan. Disinilah filsafat juga terbatas.

11
Apr
08

pkb

Konflik di internal PKB terus merembet ke DPW dan DPC. Setelah adu kuat di FKB DPR RI, saling klaim antara kubu yang pro pencopotan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB dengan kubu yang menolak pencopotan beralih ke daerah.
Continue reading ‘pkb’

08
Apr
08

Yang Lain Memukauku

Menenggelamkan Diri

dalam Keterpukauan Sejarah

Membaca dua esai karya John Horgan serta Lawrence M. Krauss dkk, membawa kita pada sebuah keterpukauan sejarah. Secara memukau, Horgan banyak mengeksplorasi keunggulan sosok fisikawan terkemuka, Albert Einstein (1879-1955). Sosoknya diagung-agungkan sebagai peletak dasar-dasar ilmu pengetahuan alam khususnya fisika. Sementara Krauss memuja fisika sebagai buah sains yang juga tak lepas dari sosok Einstein tentunya.

Melalui teori relatifitasnya, saintis kelahiran Jerman ini diakui atau tidak memang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan selanjutnya. Menurut Einstein, setiap benda-benda bergerak mengandung relatifitas waktu. Benda-benda yang bergerak dengan kecepatan berbeda selalu memiliki perbedaan waktu. Taruhlah kalau seorang astronot pergi naik pesawat ruang angkasa yang mencapai kecepatan 0.999 kali kecepatan cahaya maka 10 bulan bagi sang astronot sama dengan 18 tahun bagi manusia dibumi. Kalau waktu berangkat istri sang astronot baru melahirkan anak perempuan, maka setelah sang astronot pulang dari perjalanannya selama 10 bulan, ia dapati anak perempuannya telah menjadi gadis remaja umur 18 tahun.

Horgan bahkan menyebut hasil kecemerlangan penelitian Einstein sebagai fisika dasar yang memiliki dimensi tertinggi sebagai sebuah bangunan teori. Sebagai gambarannya, hingga saat ini  permasalahan-permasalahan fisika yang terdalam pun masih berakar pada teori gravitasi dan mekanisme kuantum , yang tak lain merupakan temuan besar Einstein.

Hukum Newton, teori relativitas dan teori kuantum merupakan bangunan konsep atau ide tentang fenomena fisika yang disusun berdasarkan cara atau proses tertentu. Cara atau proses ini disebut metoda saintifik. Metoda saintifik inilah satu-satunya tumpuan para saintis dalam berupaya menghampiri dan mengenali realitas fisik, serta membangun teori tentangnya.

Teori saintifik pada hakikatnya merupakan model bagi dunia nyata, dan ide-ide sains berkenaan dengan model tersebut, bukan dengan dunia nyata. Istilah penemuan (discovery), misalnya, merujuk pada hubungan matematika yang berhasil diungkap. Penemuan itu sendiri perlu didasarkan pada pengamatan terhadap fenomena alam, dan penalaran induktif. Berdasarkan data-data khusus, saintis berusaha membangun teori yang umum melalui proses penyimpulan induktif tersebut.

Memang terdapat jurang pemisah antara sebuah model dengan realitas yang diwakili model ini. Saintis bahkan tidak pernah tahu, sebarapa tepat model itu menggambarkan realitas. Namun, sepanjang model itu cukup bersesuaian dengan hasil pengamatan eksperimental, kita bisa cukup yakin akan keabsahan model tersebut.

Krauss mencoba mensejajarkan keagungan karya Einstein dengan fisikawan sebelumnya seperti Newton dan Archimedes. Namun dalam konteks fisika kontemporer, dia juga tak mampu mengelak bahwa Einstein lah yang paling banyak berpengaruh. Dengan kata lain secara epistemologis Krauss telah dibutakan dan gagal menyingkap rahasia keilmuan lain pasca Einstein. Krauss berhenti disini.

Nirwan Ahmad Arsuka dalam esainya berjudul Perang Ilmu; Nostalgia Kosmis, mengemukakan kritik menarik. Menurutnya, tugas ilmuwan adalah menuntaskan apa-apa yng menjadi impian ilmu. Tugas fisikawan menuntaskan impian fisika, begitu seterusnya. Arsuka berpendapat, saint harus terus berjalan maju kedepan. Sains tidak boleh mandeg di tengah kegemilangan sekalipun. Kewajibannya adalah menemukan teori-teori termutakhirnya.

Sikap mengagung-agungkan seperti yang dilakukan Horgan dan Krauss tentu bukanlah fenomena baru dalam dunia ilmu pengetahuan. Sikap serupa juga menjadi tradisi tak tertulis di kalangan ilmuwan-ilmuwan era modern. Nilai-nilai orisinalitas, otonomitas, dan integritas suatu ilmu pengetahuan dengan sendirinya memunculkan kewajiban akan adanya saling penghormatan satu sama lain sesama ilmuwan. Dalam konsep masyarakat, penghormatan akan karya dan hak-hak orang lain adalah keniscayaan.

Diluar pengagung-agungan itu, yang tidak boleh dilupakan, tradisi lain keluarga ilmuwan yang penting adalah sikap kritis dan saling mengoreksi dengan bantahan-bantahan ilmiah yang menghantam satu sama lain. Dengan segala batasan-batasan kajiannya, sebuah teori akan menjadi mapan dan tak cepat lapuk oleh zaman, ketika ia sudah melewati batu ujian. Dan tradisi kritis untuk saling mengoreksi itulah batu ujiannya.

Yang sedikit mengkhawatirkan, belakangan positivisme telah membuat kedua tradisi kelimuan ini berjalan kurang berimbang. Orang kemudian cenderung lebih mendahulukan pengagungan daripada kritik yang membangun. Keterpukauan sepertinya telah bergerak lebih maju menjadi pola baru menghidupkan tradisi kelimuan. “Keterpukauan” bagi saya menjadi istilah yang tepat menggambarkan posisi epistemik kedua penulis esai diatas. Istilah ini semena-mena saya ambil dari salah satu esai Karlina Supelli yang pernah diterbitkan Kompas pada 2002 berjudul “Sebuah Perang untuk Keterpukauan”. Saya sependapat dengan beliau bahwa (*)

­­­­­­­­­­­­­­­________________

04
Feb
08

Jakartaa jakarta

Pancen bener sing di omongno wong-wong iku, Jakarta okeh duite nanging yo okeh godaane. Aku tekan saiki wis rong taun setengah urip ning Jakarta. Alhamdulillah lek di itung-itung uripku termasuk kepenak. Ukurane tinimbang kuli bangunan lah. Jane aku yo kuli, aku nguli dadi tukang nulis peristiwa lan kedadean-kedadean ning seputaran jakarta.

Mulai teko maling di supermarket, dalan-dalan rusak, banjir, macet, sampai kasus-kasus korupsi wes pernah tak tulis. Tapi yo ngono, olehe aku nulis hasile koyo-koyo kurang manteb yen aku ora melu blusukan neng bab-bab sing tak tulis. ben tulisanku luweh urip, resikone kepekso yoopo yoopo aku kudu melebu melu nyampur neng abang ijone masalah opo wae sing tak tulis.

10
Jan
08

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




Januari 2012
S S R K J S M
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.