Konflik di internal PKB terus merembet ke DPW dan DPC. Setelah adu kuat di FKB DPR RI, saling klaim antara kubu yang pro pencopotan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB dengan kubu yang menolak pencopotan beralih ke daerah.
DPW DKI Jakarta misalnya. Dukungan Ketua DPW PKB DKI Moeslim Abdurrahman terhadap keputusan pleno DPP 26 Maret 2008 berbuntut panjang. Sejumlah pengurus DPW PKB DKI mengusulkan agar ,antan aktivis LSM ini dicopot dari kursi Ketua PKB DKI.
”Kami telah menggelar rapat pleno DPW dan hasilnya mengusulkan ke DPP agar saudara Moeslim Abdurrahman dicopot dari Ketua DPW PKB DKI,” tegas Sekretaris DPW PKB DKI Zaenal Arifin Naim kepada Indo.Pos tadi malam.
Zaenal menyebutkan, di luar keterlibatannya dalam konflik internal PKB, kepemimpinan Moeslim di PKB DKI tidak sah karena ditunjuk langsung. Ia juga dianggap cacat manajerial karena selama sembilan bulan kepemimpinannya, Moeslim tidak pernah menggelar rapat organisasi.
Moeslim sendiri saat dikonfirmasi Indo.Pos menilai, keputusan pencopotan dirinya tidak sah dan inkonstitusional. Sebab, rapat pleno itu sudah keluar dari agenda. ”Bukan hanya inkonstitusional, tapi tidak lucu. Masak rapat membahas agenda rutin partai tiba-tiba memutuskan pemecatan saya,” katanya sambil tertawa lirih.
Pria asal Lamongan ini mengaku sempat dihubungi pengurus DPW PKB tentang rencana rapat itu, tetapi dia tidak datang karena ada agenda DPP untuk menyelesaikan konflik internal partai. ”Saya merasa punya tanggung jawab untuk ikut menyelesaikan kemelut di DPP. Saya berharap DKI tenang, tetap loyal pada Gus Dur, dan tidak melakukan manuver yang kontraproduktif,” tandasnya.
Masih menurut Moeslim, usulan segelintir pengurus DPW PKB DKI itu juga tidak jelas dan cacat hukum. ”Mau diusulkan ke siapa? Kalau DPP-nya Muhaimin masih mungkin. Sedangkan dia sudah diusulkan dipecat,” tambah dia.
Hanya, Moeslim justru mengaku senang dengan manuver Zainal dkk. Usulan pencopotan dirinya itu justru semakin memperjelas siapa yang melawan Gus Dur atau tidak. ”Mereka-mereka yang memecat saya itu kan yang masuk dalam kelompok kaukus 15 yang melawan Gus Dur. Dengan aksi seperti itu semakin terlihat mana yang loyalis dan yang tidak,” pungkasnya. (yus)
0 Tanggapan ke “pkb”